You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Hadang Sampah Ke Jakarta, Djarot Berencana Pasang Jaring di Depok
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Djarot Berencana Pasang Jaring Sampah di Depok

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, berencana memasang jaring penghalau sampah di Kali Ciliwung perbatasan Depok menuju Jakarta. 

Masih banyak sampah yang mengendap hingga menyebabkan aliran air terganggu

Djarot berharap, jaring tersebut dapat menghadang sampah sehingga tidak menyumbat aliran di Jakarta yang berimbas terjadinya banjir.

"Makanya saya bilang tadi, kalau perbatasan Depok kita bikin saringan, sampah kita hadang di situ terus kita angkut," ucap Djarot, saat meninjau kondisi Pintu Air Manggarai, Senin (16/11) sore.

Tangani Sampah, Jakut Siagakan 54 Petugas Khusus

Dikatakan Djarot,  persoalan sampah masih menjadi kendala yang menyebabkan aliran Kali Ciliwung terganggu hingga air mengalami limpas.

"Memang, masih banyak sampah yang mengendap hingga menyebabkan aliran air terganggu dan limpas," ujar Djarot.

Diungkapkan Djarot, sampah yang menumpuk menyebabkan aliran Kali Ciliwung di Rawa Jati terhambat, sehingga limpas dan sejumlah kawasan pemukiman warga di sekitar Kelurahan Rawa Jati dan Cawang Atas tergenang hingga ketinggian satu meter.

"Kalau yang di Rawajati itu jembatannya terlalu pendek sehingga sampah menyangkut di sana. Kita sudah perintahkan untuk dibongkar," tandas Djarot.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1186 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1169 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye953 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye940 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye850 personBudhi Firmansyah Surapati